Postingan

Menampilkan postingan dengan label Essay

Mencari Bahagia

Aku baru sadar kalau koleksi buku tentang hukum tidak banyak  tersimpan di rak buku yang ada di kamarku. Koleksi buku yang ada di rak lebih banyak tentang novel, filsafat dan studi Islam. Tentu ini sangat lucu karena aku kuliah di fakultas syari’ah dan hukum, seharusnya koleksi bukuku lebih bayak tentang hukum dan fiqih. Aku baru sadar hal ini setelah masa aktif studiku di kampus tinggal beberapa minggu lagi. Ya, aku tinggal menunggu waktu dan panggilan dari pihak kampus terkait dengan status kemahasiswaanku. Apakah nanti aku harus di Drop Out ? Aku tidak bisa menjawab, tanyalah pada jarum jam yang terus berputar mengubah sang waktu. Bagiku tidak menjadi persoalan ketika koleksi buku hukum dan fiqihku tidak banyak. Aku sadar bahwa di dunia, kehidupan tidak hanya soal hukum. Tidak semua masalah akan selesai dengan hukum, malah terkadang hukum menjadi biang keladi dari permasalahan-permasalahan yang ada, dan terkadang hanya dengan tertawa segala masalah akan selesai. Oleh karena i...

Mahasiswa Masuk Desa

Tadi malam saya menghadiri acara tasyakuran (lebih tepat seperti itu) atas penghargaan gelar Doktor Honoris Causa kepada Bapak Said Tuhuleley yang diadakan oleh Korps Alumni HMI. Gelar ini diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan pembelaan beliau terhadap kaum mustad’afin. Tentu ini menjadi hal yang menarik karena gelar ini diberikan dalam bidang pengabdian masyarakat yang sebelumnya jarang kita temui. Gelar ini memang pantas diberikan kepada beliau mengingat semangat beliau yang tak pernah padam meski sudah dimakan usia. Semboyan hidup beliau adalah “selama masih ada yang menderita, tidak ada kata istirahat”, tentu semboyan ini menegaskan keistiqamahan beliau dalam melakukan aksi-aksi pemihakan terhadap kaum mustad’afin. Dengan semboyan ini wajar kiranya ketika di usia yang sudah senja, beliau masih bersemangat untuk berjuang.

Tradisi “Nyumbang” dalam Pernikahan

Pernikahan adalah sebuah peristiwa yang sakral bagi setiap orang. Sehingga dalam acara pernikahan biasanya tidak hanya soal ijab dan qabul tetapi ada tradisi-tradisi yang mengikutinya, baik itu saat pernikahan berlangsung, sebelum pelaksanaan ataupun sesudahnya. Dalam tradisi yang berkembang di jawa misalnya, kita mengenal ada istilahnya siraman, midodareni, sungkeman, dll. Tradisi-tradisi itu adalah sebagai upaya untuk menjaga sakralitas dari sebuah pernikahan.             Dalam tradisi pernikahan yang berkembang di desa saya dan mungkin juga berkembang di daerah-daerah lain, ada sebuah tradisi yang bernama Nyumbang. Secara kasar, Nyumbang diartikan sebagai sodaqoh. Sodaqoh adalah memberikan sebagian harta kita kepada orang lain yang dipandang masih kekurangan dengan didasari rasa ikhlas. Dalam pernikahan biasanya Nyumbang berbentuk uang yang sudah dimasukin ke dalam amplop yang nantinya dimasukkan kedalam sebuah wadah yan...

Islam Agama Pembebasan

Islam adalah agama pembebasan. Seperti itulah kira-kira pesan dakwah yang dibawa oleh Muhammad SAW ketika diutus menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah SWT lima belas abad yang silam. Pesan dakwah Nabi Muhammad SAW tidak hanya terbatas pada masalah tauhid – menyembah Allah SWT . Tetapi , juga mengarah kepada aksi pembebasan sosial, seperti meninggalkan praktek kapitalisme, pemerdekaan budak, dan penghargaan kepada kaum perempuan. Ajaran yang dibawa Muhammad SAW ini menuntut manusia menjadi pribadi yang shaleh, baik secara individu maupun sosial. Masyarakat Arab pra-Islam sering disebut dengan masyarakat jahiliyyah . Istilah jahiliyyah ini tidak merujuk kepada tingkat intelektual masyarakat Arab tetapi lebih kepada praktek sosial yang menindas dan monopolistik. Dalam praktek perdagangan misalnya, masyarakat Arab cenderung menjalankannya dengan sistem yang tidak adil, mereka membangun lembaga-lembaga kepemilikan pribadi, memperbanyak keuntungan, menumbuhkan disparitas ekonomi dan pemu...

Urip Iku Urup

Pada suatu hari, ketika pulang dari kedai kopi mato, kira-kira pukul 03.30 dini hari, saya menjumpai beberapa orang yang sedang menyapu jalan di jalan Sultan Agung. Saya tidak tahu persis berapa orang jumlah mereka, tetapi yang jelas mereka tidak hanya laki-laki, ada juga diantara mereka adalah perempuan. Mereka memakai seragam kuning-kuning. Ya, mereka adalah pasukan kuning yang sedang bekerja. Jauh sebelum saya menjumpai peristiwa di atas, saya pernah dikejutkan oleh sebuah peristiwa dimana ada seorang bapak menarik gerobak sampah di depan kampus UIN Sunan Kalijaga, dan di dalam gerobak itu saya melihat ada anak kecil yang sedang bermain pesawat yang terbuat dari kertas. Saya dapat pastikan bahwa pekerjaan sehari-hari bapak itu adalah memungut sampah yang ada di depan rumah-rumah warga dan kos-kosan mahasiswa.

KETIKA SAMIN BICARA TENTANG KENAIKAN HARGA BBM

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik lagi. Premium yang sebelumnya Rp. 6.500 menjadi Rp. 8.500 dan Solar yang sebelumnya Rp. 5.500 kini menjadi Rp. 7.500. Seperti yang sudah-sudah, kenaikan harga BBM pasti akan memunculkan sikap pro dan kontra. Menariknya alasan pro dan kontra itu adalah sama-sama untuk kebaikan rakyat (katanya). Sekali lagi rakyat menjadi komoditi klaim pembenar dari sebuah kebijakan. Saya termasuk orang yang tidak mengerti dengan alasan pemerintah menaikkan harga BBM, terlebih alasan yang terkait dengan perhitungan ekonomi. Saya tidak mengerti dengan pernyataan Jokowi bahwa dampak buruk kenaikan harga BBM ini hanya beberapa bulan saja dan setelah itu berganti dengan dampak yang baik. saya juga tidak mengerti alasan pemerintah yang mengalihkan subsidi BBM ke bidang lain, terlebih bidang pembangunan infrastruktur. Dan saya pun juga tidak mengerti alasan pemerintah yang mengatakan bahwa subsidi BBM membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).